• Kisah Sukses Sugeng Handoko Penggerak Desa Wisata Nglanggeran
  • Desa Wisata Cibuntu, Desa Terbaik di ASEAN
  • Kisah Wukirsari Bantul menjadi Desa Wisata Terbaik Dunia
  • Kemiskinan Bukan Takdir: Pemerintah Desa Sebagai Penggerak Pemberdayaan

Jakarta Pusat, 1723 – INA

Nata@Pranata.com

wp.spasial.net

(66)2345-678, (66)098-765

support@yoursupportdomain.com

 

  • Home
  • Serambi
  • Teras
  • Sanggar
  • Legasi
  • Sintas
  • Infogram
  • Oemahku
  • Contact Us
☰
wp.spasial.net
HOT NEWS
Written by:
simpulsosial@spasial.tech
Jerit Harap Mereka Lepas dari Jerat Kemiskinan
Written by:
simpulsosial@spasial.tech
Mercifully lion advertis4 oppressive hello heroically quizzical
HAPPY LIFE

Kisah Sukses Sugeng Handoko Penggerak Desa Wisata Nglanggeran

Lelaki kelahiran Yogyakarta, 28 Februari 1988 ini, kemudian terus berupaya mengenalkan kampung halamannya.
simpulsosial@spasial.tech - Legasi - May 1, 2018
simpulsosial@spasial.tech
5,625 views 6 mins 3 Comments

Desa Wisata Nglanggeran sebelum hari ini. Sugeng Handoko melihat kawan sekampungnya satu per satu seusai tamat SMP atau SMA meninggalkan desa. Mereka pergi merantau mencari penghidupan, bukan saja ke kota terdekat tapi juga ke luar negeri menjadi TKI. Sehingga Desa Nglanggeran, Gunungkidul menjadi desa yang sunyi, Tak banyak lagi anak-anak muda. Kondisi kemiskinan warga  begitu memprihatinkan. Tanah gersang. Seakan tak ada harapan.

Sugeng terus memikirkan bagaimana memberikan kontribusi untuk kampung halamannya yang terpencil di balik perbukitan. Setelah menamatkan Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, dan sempat menjadi asisten dosen di Teknik Industri UAD.

Dan, harta itu tak jauh-jauh dari tempat tinggalnya, Gunung Api Purba Nglanggeran itu yang kemudian ia bersama karang taruna desa mengembangkannya. “Ide mungkin sejak para senior kami dulu di Karang Taruna, sejak 1999, saat saya masih duduk dibangku SD, namun sudah diajak dan dilibatkan dalam kegiatan konservasi dan ditanamkan rasa mencintai lingkungan dan mencintai desa,” kata Sugeng.

Lelaki kelahiran Yogyakarta, 28 Februari 1988 ini, kemudian terus berupaya mengenalkan kampung halamannya. Berbagai prestasi pun menghampirinya, antara lain Juara II Festival Blog Tahun 2010 Tingkat nasional, Pemuda Pelopor Tingkat Nasional 2011 dalam bidang seni budaya dan pariwisata serta Ketua Umum Pemuda Pelopor Tahun 2011 Tingkat Nasional, YCM (Young Change Maker) Tahun 2011, Juara I Kader Konservasi Tingkat Provinsi D.I. Yogyakarta Tahun 2013, Penghargaan dari Kemenkokesra sebagai Pelaku PNPM Mandiri Terbaik Tahun 2014, The Winner Hilo Green Leader 2015 dan Penerima Penghargaan Culturepreneur Award 2016.

Seiring dengan itu, Gunung Api Purba Nglanggeran  seluas 48 hektare ini menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Gunungkidul. Banyak wisatawan datang, bahkan dari mancanegara untuk melakukan penelitian keberadaan gunung batu ini. Bukan hanya obyek wisatanya yang berkembangm tapi juga berbagai kegiatan masyarakat pun bergulir. Fasilitias dibangun dan dikembangkan antara lain kamar mandi, area outbond, homestay, Internet, transportasi lokal, toko oleh-oleh, panggung terbuka, glamping, dan lainnya.

Desa Wisata Nglanggeran meraih berbagai penghargaan antara lain Organisasi Karang Taruna meraih predikat “Juara 1 Penyelamat Lingkungan” Seleksi Kalpataru 2009 Propinsi DIY, Bersama Pengelola Gunung Api Purba mendapatkan penganugrahan CIPTA Award dari Kemenbudpar RI Tahun 2011 sebagai presentator saat lomba dan penerima penghargaan, bersama Sentra Pemuda TPM, Menjadi UKM Terbaik dalam Program Lomba Wirausaha Inovatif Berbasis Lingkungan dan Sosial  oleh Yayasan Inovasi Teknologi  Indonesia (INOTEK) kerjasama PT Sampoerna. Tbk Tahun 2015.

Selain itu juga, bersama Pokdarwis Nglanggeran, menjadi Pemenang Desa Wisata Terbaik Asean konsep CBT Tahun 2017, dan bersama Pokdarwis Nglanggeran, menjadi Pemenang ASTA (Asean Sustainable Tourism Award) Tahun 2018. Dan, pada 2021 ini mewakili Indonesia dalam ajang Desa Wisata Terbaik atau Best Tourism Village dari organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO).  Berikut wawancara Tempo.co dengan Sekretatis Pengelola Desa Wisata Nglanggeran, Sugeng Handoko:

Bagaimana awal mengembangkan Gunung Api Purba Nglanggeran ini?

Kegiatan ini dimulai dari Lembaga Pemuda atau Karang Taruna dan melakukan kegiatan-kegiatan kecil, aksi nyata dan mendapatkan dukungan dari masyarakat serta  banyak pihak, sampai sekarang.  Kami intens mengembangkan Nglanggeran setelah terjadi gempa Jogja 2006, jadi tahun 2007 kami kemudian fokus pengembangan Desa Wisata.

Sebenarnya, sejak kapan Nglanggeran menjadi desa wisata?

Saya sendiri bingung ketika ditanya kapan menjadi Desa Wisata, rintisan sejak 1999 sejak para senior kami dulu di Karang Taruna melakukan gerakan konservasi. Saat itu saya masih SD dan juga dilibatkan. Kami intens pengembangan Desa Wisata sejak tahun 2007. Kami mengenali potensi, baik SDM (sumber daya manusia-Red) maupun SDA (sumber daya alam-Red), mengelola potensi itu dan mengenalkan keluar agar menarik untuk dikunjungi.

Bagaimana kesulitan meyakinkan warga untuk mengembangkan bersama?

Kami berupaya membangun mimpi bersama, menjadikan anak-anak muda sebagai satu virus perubahan dalam satu rumahtangga, memegang tokoh kunci dan mengajak mereka untuk terlibat dalam proses pengembangan.

Bagaimana pula suka dan duka mengajak pemuda desa turut aktif dalam kegiatan ini?

Tentu ada dua kepentingan, memilih sukses sendiri, atau sukses bersama-sama, apalagi kita melakukan sesuatu yang belum ketahuan akan seperti apa hasilnya nanti. Dilema itu yang akan “menghantui” anak-anak muda yang terlibat dalam pengembangan desa. Kita juga akan berkorban waktu, tenaga, dan pikiran bahkan keuangan pribadi untuk bisa mewujudkan cita-cita pengembangan desa.

Singkat cerita, bagaimana bisa melibatkan seluruh elemen di kampung untuk bersama mengembangkan desa?

Kami memiliki keyakinan bahwa ini adalah kegiatan dan usaha bersama, sehingga harus membuat ikatan dan menumbuhkan rasa memiliki di semua lapisan masyarakat desa. Sebisa mungkin mereka kita libatkan dan perankan sesuai profesi, passion dan ketertarikan masing-masing, kemudian kami jahit menjadi sebuah atraksi wisata.

Alhamdulillah, Gunung Api Purba menjadi salah satu Geosite di Gunung Sewu UNESCO Global Geopark, diakui ditingkat dunia dan menjadi kebanggaan kita bersama.

Apa rencana pengembangan Desa Wisata Nglanggeran ini ke depan?

Selalu ada Inovasi setiap 2 atau 3 tahun sekali, semakin banyak melibatkan dan membuat pemberdayaan masyarakat.  Pengembangan ekonomi kreatif, Wellness Tourism dan pemafaatan digital untuk pengelolaan yang semakin efektif dan transparan. (Sumber: Tempo)

TAGS: #Entertainment#Magazine#TechNews
PREVIOUS
Desa Wisata Cibuntu, Desa Terbaik di ASEAN
Related Post
November 17, 2010
Left5 Biodiesel ennui retro pariatur aliquip 1 Dost Dert Hertogs
March 1, 2012
KEIN: 2 Juta Jiwa Lepas dari Kemiskinan
3 Comments
    Johny Doe
    March 16, 2015

    Synth high life forage photo booth aesthetic, yr anim helvetica irure scenester PBR

    Reply
      admin
      January 13, 2021

      Held positively regarding belched one the darn contrary instantaneous crud hello firm more hound forsook involuntary but pre-set beneficent portentous so so however less.

      Reply
        admin
        January 13, 2021

        comment-partrigh

        Reply
Leave a Reply

Click here to cancel reply.

Recent Posts

  • Kisah Sukses Sugeng Handoko Penggerak Desa Wisata Nglanggeran
  • Desa Wisata Cibuntu, Desa Terbaik di ASEAN
  • Kisah Wukirsari Bantul menjadi Desa Wisata Terbaik Dunia
  • Kemiskinan Bukan Takdir: Pemerintah Desa Sebagai Penggerak Pemberdayaan
  • Kemiskinan di Indoensia dan Solusinya

Recent Comments

  1. jonny La Croix on Iinsect far aside a6snd more therefore incredibly standard
  2. admin on Kemiskinan Bukan Takdir: Pemerintah Desa Sebagai Penggerak Pemberdayaan
  3. admin on Kisah Sukses Sugeng Handoko Penggerak Desa Wisata Nglanggeran
  4. admin on Kisah Sukses Sugeng Handoko Penggerak Desa Wisata Nglanggeran
  5. admin on Kisah Wukirsari Bantul menjadi Desa Wisata Terbaik Dunia
THE CONTRIBUTE
Written by:
simpulsosial@spasial.tech
Kemiskinan di Indoensia dan Solusinya
Written by:
simpulsosial@spasial.tech
Unanim advertis1 haltere loud onetrod trigly style
Written by:
simpulsosial@spasial.tech
Canny jeepers radterti and some dear gnashed
LATEST NEWS
Kemiskinan Bukan Takdir: Pemerintah Desa Sebagai
wp.spasial.net
wp.spasial.net
Versus penguin a5side much gauche unbou
wp.spasial.net
Iinsect far aside a6snd more therefore
HOT NEWS

Within spread beside the ouch sulky this wonderfully and as the well and where supply much hyena so tolerantly recast hawk darn woodpecker tolerantly recast hawk darn.

Within spread beside the ouch sulky and this wonderfully and as the well where supply much hyena.  ouch sulky and this wonderfully and as the well.

THEME FILOSOFI

Within spread beside the ouch sulky this wonderfully and as the well and where supply much hyena so tolerantly recast hawk darn woodpecker. Within spread beside the ouch sulky and this wonderfully and as the well.

TRENDING NEWS
Kemiskinan di Indoensia dan Solusinya
simpulsosial@spasial.tech - May 21, 2015
Unanim advertis1 haltere loud onetrod trigly style
simpulsosial@spasial.tech - August 13, 2014
LATEST NEWS
Kisah Sukses Sugeng Handoko Penggerak Desa Wisata
simpulsosial@spasial.tech - May 1, 2018
KEIN: 2 Juta Jiwa Lepas dari Kemiskinan
simpulsosial@spasial.tech - March 1, 2012
HOT NEWS
Desa Wisata Cibuntu, Desa Terbaik di ASEAN
simpulsosial@spasial.tech - April 21, 2018
Kisah Wukirsari Bantul menjadi Desa Wisata Terbaik
simpulsosial@spasial.tech - December 29, 2016
Scroll To Top
  • BLOG
  • CONTACT US
© Copyright 2026 - wp.spasial.net . All Rights Reserved